:::: MENU ::::

Sumber Informasi

Senin, 26 Juli 2021

Skoliosis


Skoliosis sendiri adalah salah satu penyakit kelainan melengkungnya tulang belakang ke samping secara abnormal. Lengkungan pada tulang belakang biasanya berbentuk huruf C atau S. Pasien dengan kelainan ini membutuhkan penanganan skoliosis yang tepat agar kondisinya tidak semakin memburuk.

Pada pasien dengan skoliosis, pinggul atau bahu tampak terkadang tampak tidak seimbang. Perlu diketahui bahwa kasus skoliosis yang tidak diketahui penyebab, atau itu biasanya disebut skoliosis idiopatik, terjadinya kira-kira sekitar 80%. Lainnya bisa terjadi karena adanya bawaan dari lahir, cedera, dan lain sebagainya.

Pengobatan Medis dan Perawatan untuk Skoliosis

1.     Pengobatan secara Medis yang Perlu Diketahui

Biasanya, pasien dengan gangguan scoliosis akan diberikan pengobatan yang berbeda-beda, disesuaikan dengan tingkat keparahan derajat tulang belakangnya. Dokter pada umumnya merekomendasikan fisioterapi, atau penggunaan brace sebagai penyangga, agar posisi tubuh mendekati anatomis seperti normal.

Dokter juga akan melakukan tindakan operasi sebagai opsi apabila derajat skoliosis pasien sudah parah atau sangat melengkung. Sementara itu, dilansir dari situs Webmd bahwa perawatan bagi pasien skoliosis dibagi menjadi 3, di antaranya:

·         Observasi

Terdapat beberapa anak mengalami skoliosis idiopatik, sehingga dokter tidak tahu penyebabnya secara pasti. Kondisi itu pun sering terjadi di pertengahan tahun masa pertumbuhan anak, yaitu sekitar usia 10 tahun hingga 18 tahun.

Karena masih dalam masa pertumbuhan, dokter biasanya hanya akan mengobservasi anak-anak dengan tulang punggung melengkung yang sudutnya kurang dari 20º.

·         Orthosis (Pemakaian Brace)

Apabila lengkungan tulang belakang sebesar 20º hingga 40º, maka dokter mungkin akan menyarankan anak tersebut menggunakan  brace atau penyangga. Penggunaan brace bertujuan untuk mengontrol lengkungan tulang belakang, sehingga tidak perlu dioperasi.

·         Operasi

Tindakan operasi biasanya akan disarankan pada saat lengkungan tulang belakang sudah mencapai 45º hingga 50º. Hal itu karena kondisi seperti itu dikhawatirkan dapat lebih memburuk serta bisa mempengaruhi cara kerja organ paru-paru.

Selain itu, dokter juga bisa memberikan saran berupa operasi fusi tulang belakang pasien. Operasi fusi sendiri sudah terbukti dapat menghentikan peningkatan lengkungan tulang belakang.

2.     Penanganan Terapi Non Medis bagi Penderita Skoliosis

Selain pengobatana medis, olahraga juga dapat menjadi alternatif mengurangi skoliosis. Adapun olahraga yang disarankan di antaranya seperti:

 

·         Pilates

 

Pilates merupakan latihan yang berfokus pada penguatan otot punggung dan perut. Bahkan pada olahraga satu ini, Anda bisa lebih fokus ke penekanan postur dan pernapasan. Namun, perlu diketahui bahwa pilates tidak direkomendasikan kepada seseorang dengan keluhan sakit punggung parah.

 

 

 

·         Yoga

 

Latihan yoga memiliki tujuan untuk meningkatkan otot melalui posisi menahan, latihan pernapasan, serta peregangan. Meditasi pun sudah termasuk ke dalam beberapa metode yoga. Yoga sebenarnya belum terbukti bisa membantu seseorang mengatasi masalah sakit punggung. Namun, rutin melakukan yoga bisa membantu seseorang meringankan sakit punggungnya.

 

Dokter akan memberikan saran kepada seseorang dengan gangguan skoliosis degeneratif berupa pegangan, terapi fisik, serta latihan untuk membantu membangun kekuatan pada tulang.

 

Selain yoga dan pilates, Anda juga bisa melakukan olahraga lainnya seperti berjalan kaki untuk membantu menjaga kekuatan pada tulang. Apabila Anda memiliki keluhan tentang masalah skoliosis, segera atasi dengan konsultasi hanya kepada ahlinya.

0 komentar:

Posting Komentar