:::: MENU ::::

Sumber Informasi

Rabu, 11 Agustus 2021

 

Cloud Service


Cloud Service Provider yang biasa disingkat CSP, atau kadang juga disebut Cloud Provider saja, saat ini sudah bisa dengan mudah ditemukan di hampir seluruh wilayah Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke.

Bagi orang-orang yang bekerja, memiliki pengalaman, atau pernah menempuh pendidikan formal di bidang IT, istilah CSP tentunya sudah tidak asing lagi. Namun kebanyakan orang masih belum tahu apa maksud istilah ini dan bahkan mungkin tidak sedikit yang baru pertama kali mendengarnya.

Apa Itu Cloud Service Provider?

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Cloud Service Provider berarti Penyedia Layanan Cloud, yaitu perusahaan-perusahaan khusus yang memberikan layanan dan solusi berbasis cloud computing untuk para pemilik bisnis dan/atau individu.

Cloud computing sendiri adalah sebuah penyimpanan data-data yang memadukan komputer (computing) dan pengembangan berbasis internet yang dalam hal ini adalah cloud. Artinya, cloud computing adalah sebuah teknologi yang hanya bisa diakses melalui komputer dan dengan koneksi internet.

Organisasi layanan ini dapat menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan mulai dari perangkat keras, perangkat lunak, infrastruktur, dan layanan terkait lain sesuai permintaan.

CSP kadang juga dikenal sebagai Utility Computing Provider (penyedia komputasi utilitas). Peran ini biasanya terkait dengan Managed Service Provider (MSP) tapi biasanya MSP menyediakan solusi IT terkelola lainnya.

Sistem dan Jenis Layanan CSP

CSP umumnya menyediakan beberapa bentuk infrastruktur IT yang didistribusikan secara komersial dan bersumber dari beberapa pelanggan melalui sistem sesuai permintaan (custom) dan dengan jumlah pembayaran hanya sesuai penggunaan.

Jadi, pelanggan hanya ditagih untuk sumber daya dan layanan yang digunakan sesuai dengan metode penagihan berlangganan. Menurut informasi dari situs web blog.lintasarta.net, ada tiga jenis layanan yang biasa disediakan oleh CSP, yaitu:

1.     SaaS (Software as a Service)

Menurut laman Wikipedia, Software-as-a-Service (SaaS) adalah model lisensi perangkat lunak yang akses ke perangkat lunak tersebut disediakan secara berlangganan dan dengan perangkat lunaknya terletak di server terpusat.

Jadi, pelanggan hanya menggunakan perangkat lunak tersebut tanpa tahu dimana data disimpan atau bagaimana perangkat lunak dikelola. Karena penyimpanan dan pengelolaannya sudah termasuk bagian dari layanan yang diberikan oleh penyedia SaaS.

SaaS biasanya diakses melalui browser web, dengan pengguna masuk ke sistem menggunakan username dan password. Beberapa contoh perangkat lunak cloud paling umum termasuk Spreadsheet, Google Documents, dan Adobe Creative Cloud.

2.     PaaS (Platform as a Service)

PaaS memungkinkan para pengguna untuk menyewa semua yang dibutuhkan untuk membuat atau mengembangkan aplikasi. Jadi, pengguna mengandalkan penyedia cloud sebagai alat pengembangan, infrastruktur, dan sistem operasi.

3.     IaaS (Infrastructure as a Service)

IaaS adalah layanan cloud computing yang akan memberikan sumber daya infrastruktur lengkap kepada pelanggan mulai dari jaringan, server, storage, dan bahkan ruang data center.

Pengguna dapat menjalankan sistem operasi atau aplikasi apa pun di server yang disewa tanpa biaya pemeliharaan dan pengoperasian server tersebut.

Secara garis besar, berbagai layanan cloud computing menawarkan keuntungan dalam hal biaya, skalabilitas, dan aksesibilitas. Sedangkan CSP sendiri sendiri sangat membantu dalam menyediakan dan memberikan informasi terkait penggunaannya.

 

0 komentar:

Posting Komentar